PENGALIHAN KELOLA SMA/SMK KE PROVINSI, GAJI GURU HONORER SEMAKIN TIDAK JELAS

suarapgri.comPengalihan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi masih menyisakan sejumlah persoalan.

Selain gaji guru PNS yang agak telat bulan ini, pembayaran guru honorer juga belum ada kepastian.


Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel, Edi Sutarto, mengatakan, semestinya persoalan administrasi dan teknis tidak seharusnya membuat hak guru terabaikan.

"Memang gaji guru PNS saat ini belum ada kejelasan. Karena administrasi dan teknis peralihan yang berbelit-belit," ujarnya.

Menurutnya, saat ini IGI bersama Dinas Pendidikan Sulsel terus memperjuangkan hak para pendidik baik PNS maupun yang berstatus honorer. Edi juga berharap para pendidik tetap menjalankan kewajibannya seperti biasa.

"Kalau ada yang menyuarakan mogok, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kami minta para pendidik tetap berkepala dingin. Tunjangan pakasi yang diperjuangkan disetujui dan sudah cukup adil meskipun nilai yang disetujui belum sesuai harapan," pungkasnya.

Edi melanjutkan, akhir pekan ini, Dinas Pendidikan akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMA sederajat se-Sulsel.

Pertemuan ini, sebutnya, berbentuk rapat koordinasi termasuk membahas serah terima inventarisasi dan aset SMA ke provinsi.

Salah satu guru PNS di SMK N 5 Pinrang, Hatmawati mengakui belum mendapat informasi yang jelas soal penggajian mereka pasca peralihan ke pemprov. Menurutnya, keterlambatan ini akibat SK peralihan yang lambat diterima.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Arwin Aziz, belum berani memastikan tanggal gajian bagi 16 ribu lebih guru SMA dan SMK Negeri se-Sulsel.

Dia mengatakan, setiap awal tahun proses penggajian pegawai memang terlambat.

"Masih belum bisa dipastikan (tanggal gajian). Termasuk guru," ujar Arwin Aziz, Selasa, 3 Januari.

Alasan yang lain, struktur yang mengurusi gaji belum di SK-kan gubernur. SK pengguna anggaran juga lambat diturunkan, apalagi, katanya, Pemprov Sulsel belum melantik organisasi perangkat daerah (OPD) baru.

Dia mengaku sudah siap mengalokasikan seluruh gaji. Khusus untuk guru, sudah di sediakan Rp1,3 triliun lebih.

"Itu sudah diperhitungkan hingga 17 ribu guru. Kita selalu antisipsi," tutur mantan kepala biro umum dan perlengkapan Pemprov Sulsel ini.

Permasalahan di lapangan sebelumnya, lanjut dia, BKD belum menyetor SK peralihan pegawai ke BPKD.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala BKD Sulsel, Muhammad Tamzil mengakui sudah menyerahkannya mulai kemarin.

"Sudah diserahkan keseluruhan. Sisa BPKD dan dinas yang urus," katanya.

Demikian berita dan informasi terbaru yang kami bagikan yang kami lansir dari laman jpnn.com. Semoga informasi ini bermanfaat bagi bapak/ibu guru, dan juga rekan-rekan tenaga pendidik lainnya.

0 Response to "PENGALIHAN KELOLA SMA/SMK KE PROVINSI, GAJI GURU HONORER SEMAKIN TIDAK JELAS"

Posting Komentar