WADUUH..!! GAJI GURU HONORER TERTUNDA ENAM BULAN, SEKOLAH PUNGUT RP 10 RIBU PER SISWA

SUARAPGRISekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sebatik Utara, Nunukan, Kaltara, memungut Rp 10 ribu per siswa untuk membayar gaji guru honorer yang tertunggak selama 6 bulan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Hanya saja, Sekretaris Disdik Nunukan, Akhmad mengatakan, ketika ada sekolah yang mengenakan biaya kepada pelajarnya harus dilakukan kesepakatkan terhadap orangtua pelajar terlebih dahulu. Itupun bukan menjadi kewenangan sekolah, melainkan komite sekolah.


“Sekolah tidak bisa meminta langsung kepada siswa, tapi harus melalui orangtua terlebih dahulu. Ketika ada kesepakatan tidak menjadi masalah,” jelas Akhmad kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Jumat (23/12).

Menurutnya, permintaan biaya kepada para siswa, harus dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan. Jika ada orangtua pelajar tidak ikut membayar karena kurang mampu, ya harus dimaklumi.

Dia juga menambahkan, hingga saat ini SMP Negeri 1 Sebatik Utara belum menyampaikan persoalan tersebut ke Disdik Nunukan. Tapi, jika telah ada kesepakatan antara komite, pihak sekolah dan orangtua tidak perlu menyampaikan ke Disdik Nunukan.

“Cukup disepakati dengan komite sekolah serta orangtua siswa, jadi persoalan seperti ini di luar dari kewenangan Disdik Nunukan, karena telah ada rapat resmi dilakukan,” ujar mantan Kabid Energi, Distamben Nunukan ini.

Terkait alasan permintaan biaya Rp 10 ribu per pelajar dilakukan akibat tidak adanya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, dibenarkan Akhmad. 

Karena hingga Desember tahun ini, anggaran tersebut belum dikelola Disdik Nunukan, sehingga tidak dapat disalurkan ke tiap sekolah yang menerima dana BOS.

“Waktu pencairan dana BOS hingga saat ini belum ada, jadi Disdik Nunukan tak bisa memberikan waktu yang jelas, apa lagi kondisi keuangan daerah sedang defisit,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 1 Sebatik Utara, Supriadi terkait permintaan Rp 10 ribu kepada pelajarnya mengungkapkan, biaya tersebut untuk menutupi gaji guru honorer yang tidak  dibayarkan selama enam bulan.

“Kenapa diminta Rp 10 ribu per bulan, karena dana operasional untuk gaji guru tidak dicairkan selama dua triwulan,” jelas Supriadi.

Dia juga menjelaskan, pembayaran Rp 10 ribu ke pelajar tidak dilakukan secara terus menerus, hanya berlaku selama enam bulan ke depan.

Karena gaji guru honorer yang tidak dibayarkan hanya enam bulan. Permintaan tersebut telah diterima dengan baik orangtua pelajar.

“Jika tak dilakukan seperti itu, harus mengadu kemana lagi untuk membayarkan gaji guru tersebut. Salah satunya solusi hanya permintaan biaya dari siswa saja,” tuturnya. (jpnn.com)

0 Response to "WADUUH..!! GAJI GURU HONORER TERTUNDA ENAM BULAN, SEKOLAH PUNGUT RP 10 RIBU PER SISWA"

Posting Komentar